Sebenarnya
sebagian dari tulisan ini sudah saya tulis di sini, tapi nggak apa-apalah saya
tulis kembali dalam satu kolom dan judul khusus, mengingat bahwa begitu
pentingnya hal ini untuk kita ketahui, hehe.. nggak mau sok dewasa sih, tapi
hmm… coba deh dibaca-baca aja dulu.
Beberapa
buku yang saya baca memberi saya kesimpulan bahwa secara garis umum terdapat 3
(tiga) tipe Tipe-tipe manusia dalam menghadapi masalahnya, tipe seperti apa
saja sih? Yang pasti bukan tipe manusia serigala atau manusia jadi-jadian
pemirsah. Kalau itu mah, saya juga nggak ikutan euiihh [ -__-‘]
1. Manusia tidak peduli atau cuek
2. Manusia pikiran negatif, dan terakhir
adalah
3. Manusia pikiran positif
So, kita bakal bahas satu-satu ya…
Manusia
Tidak Peduli Atau Cuek
Walaupun
saya adalah tipe orang yang tidak suka membiarkan masalah yang saya hadapi
tinggal ngegantung sana-sini dan berlarut-larut, namun tidak jarang saya
memperaktekkan prinsip ini.
Pikiran saya waktu itu adalah, “ Ntar juga
masalahnya kelar sendiri” atau “Ntar juga masalahnya hilang sendiri”. Aduh,
mana ada masalah yang bisa kelar sendiri kalau gak diselesein, mana ada masalah
yang hilang sendiri kalau gak dihilangin, dan satu-satunya cara buat ngilangin
ntu’ masalah yah harus diselesein sampe ke akar-akarnya. Betapa noraknya
pikiran saya dulu, tapi teman-teman yang ngebaca ini gak gitu kan? hehehe.
Jadi,
pada intinya, menjadi manusia tidak peduli alias cuek dalam menghadapi masalah
adalah hal yang tidak disarankan, why?
Karena, memilih menjadi manusia tida peduli atau cuek, berarti kita memilih
lari dari kenyataan hidup atau lari dari permasalahan yang seyogyanya harus
kita hadapi dan itu sama saja halnya dengan kita tidak mau dan tidak akan
pernah belajar dari keaadaan atau masalah yang kita hadapi. Maka kapankah kita
bisa menjadi dewasa?
Iya,
memang benar lari dari masalah membuat kita terlepas saat itu, tapi sampai
kapan kita terus berlari? mau sampai kapan? sedang masalah itu nggak akan
hilang sama sekali atau hilang sendirinya. Untuk sementara waktu mungkin,
tapi yakin saja suatu saat ini akan muncul kembali dan nggak akan ada jalan
lagi selain harus dihadapi.
Manusia
Pikiran Negatif
Hmm…
menjadi manusia seperti juga pernah saya lakoni, dan itu membuat keadaan tidak
menjadi lebih baik seperti yang saya atau yang kita inginkan. Justru manusia
dengan tipe seperti ini sibuk mencari-mencari kambing hitam untuk menyalahkan
orang lain atau keadaan atas apa yang sedang terjadi padanya. Benar apa benar?
Saya rasa ini benar. Tidak akan ada penyelesaian masalah dan kita nggak akan
belajar apapun dari peristiwa tersebut padahal energi sudah terkuras untuk
berpikir yang tidak-tidak. Kemudian dampak serius dan berkelanjutan dari
manusia tipe ini adalah sikap arogan yang berlebihan, merasa tidak percaya
diri, serta menganggap keputusan Allah tidak pernah adil terhadap dirinya.
Beberapa
tahun belakangan, saya mengamati bahwa
manusia cenderung memiliki sikap seperti ini, telah mendarah daging dan sudah
menjadi mindset keseharian yang
tentunya sangat-sangat mempengaruhi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara
kita, hehe… apaan sih? Tapi bener lho ini.
Manusia
Pikiran Positif
Kemudian
tipe terakhir adalah tipe manusia positif. Adalah cenderung melihat sebuah
masalah dengan segala kemungkinan penyelesaian yang ada. Pikiran seakan-akan
terdorong untuk memberi toleransi terhadap masalah, sambil mencari jalan
pemecahan yang paling tepat dan dengan sendirinya pikiran akan jauh berpengaruh
baik terhadap lingkungan internal maupun eksternalnya sehingga menghasilkan
juga tindakan yang positif. Tanpa disadari berpikir positif selalu
memberikan pelajaran berharga dan membuat kita menjadi pribadi yang tangguh,
cekatan, dan semakin dewasa dalam bertindak. Dampak lain yang kita rasakan
adalah semakin tegar dalam mengarungi kehidupan yang keras ini, semakin bijak
dalam segala hal, serta semakin, semakin dan semakin… ingin menjadi pribadi
yang lebih baik lagi.
Overall, manusia berhak memilih jalan mana
yang ingin Ia tempuh, saya sendiri tidak ingin menjadi manusia tidak peduli
atau cuek, karena saya adalah tipe manusia yang sangat pedulian (narsisnya
euuhhh). To be honest, karena saya
agak kurang suka melihat manusia yang tidak dewasa (ngesellin banget yah kan?
Ini bener-bener pelajaran buat diri sendiri) bukan berarti saya ingin menjauhi
mereka. Justru, ingin melihat mereka membangun karakter kedewasaan mereka.
Kemudian, saya juga tidak ingin menjadi
manusia yang di kepalanya hanya diisi dengan pikiran negative. O…tidak. Tidak.
Terima kasih. Itu buka karakter yang
baik apalagi untuk jangka panjang, membuang energi saja, juga hmm… oh ya,
berpikir negatif itu menjauhkan kita dari rezeki loh, pemirsah.
So,
saya sedang berusaha menjadi orang yang selalu berpikir positif, meski memang
agak sulit tapi yakinlah kalau kita mau berusaha pasti juga bisa. Suatu saat
nanti akan menjadi kebiasaan dalam menghadapi masalah apapun sehingga membuat
jiwa kita damai dan tentram.
Sehingga
benarlah, bahwa penghalang sebesar apapun, setinggi apapun, seluas apapun jika
kita berpikiran positif maka semua itu bukanlah penghalang. Semua akan tampak
mudah di depan mata.
Wah!
Jadi lupa waktu, nggak pernah membayangkan tulisannya bakal sepanjang ini,
saking bersemangatnya (-_-‘)
Terakhir,
semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari tulisan saya ini dan jangan lupa
selalu berpikir positif ya, terutama buat yang masih remaja, karena kalian adalah generasi
penerus bangsa, please… demi kemajuan
bangsa dan negara.
Be strong and choose to be positive!