Setelah saya tersadar
bahwasanya, terjadi penurunan rutinitas membaca dalam hidup saya setahun
belakangan ini, pada akhirnya saya memutuskan untuk memulai dengan sebuah
buku karya Mas Billy Boen, judulnya Young on Top, warna sampul bukunya, kuning
cerah penuh semangat, cocok untuk membangkitkan semangat baca yang telah
hilang. Buku ini saya beli Februari tahun lalu, dan saya yakin buku ini juga
belum khatam. -_-
Jujur saja, buku ini memberi sajian menarik di setiap babnya. Tetapi ada satu bab yang membuat saya sungguh tertarik, entah karena kejadian siang tadi dan rentetan kejadian beberapa waktu lalu yang ada sangkut pautnya, dan itu sungguh menggelitik pikiran saya, katakan saja begitu.
Jujur saja, buku ini memberi sajian menarik di setiap babnya. Tetapi ada satu bab yang membuat saya sungguh tertarik, entah karena kejadian siang tadi dan rentetan kejadian beberapa waktu lalu yang ada sangkut pautnya, dan itu sungguh menggelitik pikiran saya, katakan saja begitu.
Positive Thinking
“Berpikir positif adalah
salah satu resep paling manjur yang dapat digunakan untuk merobohkan semua
tembok penghalang yang ada di depanmu, tidak peduli betapa tinggi dan kokoh
tembok tersebut.” ( Billy Boen)
Entah berapa kali saya
mengulang untuk membaca kata demi kata kalimat di atas. Sebegitu dahsyatnya
sebuah “pikiran positif'” itu ?
Tidak hanya sampai di situ,
Mas Billy Boen kemudian menambahkan bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan
keadaan yang tidak sesuai keinginannya. Ada tiga alternatif yang bisa dilakukan
pada saat menghadapi situasi seperti ini:
1.
Tidak peduli alias cuek
2.
Menghadapinya dengan pikiran negatif
3.
Menghadapinya degnan pikiran positif
Nah,
mari kita tinjau satu persatu dari beberapa alternatif yang bisa kita gunakan
di atas.
Sependek pengalaman saya
memang ada orang- orang yang memilih tidak peduli alias cuek dalam menghadapi
sebuah masalah. Banyak yang beranggapan bahwa langkah tidak
peduli alias cuek adalah jalan terbaik untuk ditempuh. Tapi, benarkah demikian?
Ternyata tidak peduli alias
cuek sama saja telah memilih jalan untuk tidak belajar dari keadaan atau sebuah
masalah yang tengah dihadapi. Dengan kata lain, lari dari masalah tersebut.
Iya, memang lari dari masalah membuat kita terlepas saat itu, tapi sampai kapan
kita terus berlari? mau sampai kapan? sedang masalah itu tidak akan hilang sama
sekali atau hilang sendirinya. Untuk sementara waktu mungkin, tapi yakin
saja suatu saat ini akan muncul kembali dan tidak akan ada jalan lagi selain
harus dihadapi.
Menghadapi masalah dengan berpikiran
negatif, lebih lebih tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik seperti yang
kita inginkan. Justru, terkadang orang-orang yang selalu berpikiran negatif
cenderung mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain atas apa yang
menimpa dirinya. Benar apa benar? Saya rasa ini benar. Tidak akan ada
penyelesaian masalah dan kita ngga akan belajar apapun dari peristiwa tersebut
padahal energi sudah terkuras untuk berpikir yang tidak benar.
Nah, sedang ketika kita
berpikir positif terhadap sebuah pemasalahan yang ada, maka kita cenderung
melihat segala sesuatunya akan ada jalannya, pikiran seakan-akan terdorong
untuk memberi toleransi terhadap masalah yang ada, sambil mencari jalan
pemecahan yang paling tepat dan dengan sendirinya pikiran akan jauh berpengaruh
baik terhadap lingkungan internal maupun eksternal kita. Tanpa disadari
berpikir positif selalu memberikan pelajaran berharga dan membuat kita
semakin dewasa dalam bertindak.
Sehingga benarlah, bahwa penghalang sebesar apapun, setinggi apapun,
seluas apapun jika kita berpikiran positif maka akan semua itu bukanlah
penghalang. Semua akan tampak mudah di depan mata.
Jadi, jalan manakah yang akan anda tempuh? ayolah mari ber-Positive Thinking!
Jadi, jalan manakah yang akan anda tempuh? ayolah mari ber-Positive Thinking!